Musik


CIKAL BAKAL ROCKSTEADY

RSP_GIF89_LOGOBarbie Gaye dengan hits “My boy lollipop” yang dibawakan oleh Millie Small adalah cover version dari lagu bercorak R&B, menjadi lagu favorit generasi Mods di Inggris. Bagi mereka, pilihan musik adalah ‘soul’, disamping itu mereka menyukai ska dengan cara berpakaian ala ‘Rudeboy’. Beberapa tahun kemudian, diantara mereka yang menjadi ‘Skinhead’ meniru gaya penampilan tersebut. Terjadi suatu hubungan antara ras kulit putih dengan ras kulit hitam. Baik Skinhead ataupun Rudeboy, kedua-duanya adalah ‘kelas pekerja’ yang  mempunyai gaya hidup masing-masing berbeda satu sama lainnya.

Fenomena Rudeboy berakar dari Jamaika yang kemudian menyebar ke daratan Inggris. Rudeboy adalah pemuda-pemuda pengangguran yang lahir di kota Kingstone setelah masa kemerdekaan. Tanpa pekerjaan dan uang mereka tinggal di wilayah ‘ghetto’ seperti Trenchtown & Riverton city serta terkadang mereka membentuk ‘gang’ dan terjun kedunia kriminal. Rudeboy hidup dalam lingkungan masyarakat pinggiran dan mengekspresikan diri mereka dengan cara berpakaian serta gaya berdansa yang khas. Ska, dengan ketukan tempo yang cepat membutuhkan cukup energi untuk berdansa. Tetapi Rudeboy tidak begitu menyukai gaya berdansa yang terlalu cepat. Mereka biasanya berdansa dengan setengah ketukan tempo irama ska. Oleh karena itu, ska dirubah untuk mewujudkannya.

Musik ska mulai berubah. Pada tahun 1966 hampir setengah dekade, saat dimana musik ska berkembang, tetapi tidak untuk irama dasar dan aransemennya. Masih dengan definisi ‘Offbeat’ dan pola permainan bass ‘free walking style’. Konsep rocksteady membawa ide baru untuk ska. Iramanya begitu eksperimental dan lebih pelan. Adalah Hopeton Lewis yang membawakan lagu “Take it easy” dalam bentuk ska tetapi tidak dapat menemukan bentuk irama yang pas, kemudian ia bawakan dalam tempo irama yang pelan. Dan ketika aransemen telah selesai, seorang teman mengatakan, “That’s rock steady man, that’s rockin’ steady” dan begitulah nama rocksteady. Maka dinamakanlah musik tersebut dengan rocksteady.

Topik tentang Rudeboy terus berlanjut sepanjang periode ska dan mencapai puncak popularitas pada musim panas 1964. Beat ska menjadi pelan dan rocksteady pun lahir. Memaksa para ‘dancers’ untuk berdansa lebih pelan. ‘Slow to rock’. Ada juga yang berpendapat bahwa rocksteady lahir
dari ketidakpuasan para musisi terhadap ska dan pencarian sesuatu yang baru. Apapun alasannya, rocksteady lahir untuk berbeda dengan ska. Dengan ‘memutus’ ritme ska, memberikan efek pola permainan bass untuk bermain lebih terangkai (cluster), ketimbang permainan bass pada irama
ska yang berpola linier (continuous line) dan sedikit monoton.

Tak diragukan corak irama baru ini terbukti menjadi populer (“Take it easy” terjual 10.000 kopi hanya dalam waktu satu minggu). Sebagian karena irama ini tergolong baru dan juga para ‘dancers’ tidak perlu mengeluarkan banyak energi. Oleh karena itu mereka dapat bertahan lama di ‘dance floor’.

Walaupun ska menyebar di Inggris, namun ska tidak bertahan lama hingga rocksteady menjadi populer. Disebabkan oleh 2 hal yaitu, berdirinya lisensi ‘Trojan Records’ (record label dari Jamaika) dan para musisi yang mencoba menerapkan bentuk baru tersebut.

Orang pertama yang mempopulerkan rocksteady di Inggris adalah Desmond Dekker (nama asli: Desmond Dacres) sebelumnya ia bergabung lama dengan Leslie Kong, hingga pada tahun 1967 ia memutuskan untuk solo dan mencetak hit pertamanya, “007 (Shanty town)”.Adalah salah satu
diantara lagu-lagunya yang banyak mempengaruhi ‘Judge Dread’. Di Inggris singlenya (dirilis oleh Trojan Records) mencapai chart lagu #12 dan terus bertahan menjadi hit hingga memasuki tahun 1969. Pada saat itu pula di Jamaika sedang dilanda ‘demam’ Reggae. Hit Desmond Dekker yang paling populer adalah “Israelites” mencapai puncak chart lagu #1 di Inggris, Kanada, Swedia, Jerman Barat, Belanda, Afrika Selatan dan menjadi hit pertamanya pada chart lagu di Amerika #9.

Rocksteady tidak hanya menurunkan tempo, tetapi juga mengalihkan penekanan pada alat tiup kearah gitar dan vokal. Singkop ketukan yang ‘jumpy’ menjadi kurang tegas. Hingga menghasilkan versi sound yang lebih rileks dari ‘American soul’. Tiga contoh utama untuk sound baru ini
adalah Delroy Wilson dengan “Dancing mood”, The Gaylads dengan “Stop making love”, dan tentunya Desmond Dekker dengan “Israelites” & “007 (Shanty town)”. Kesemuanya mencirikan gaya rocksteady, sound yang lebih mirip dengan ‘American soul’ dan gospel ketimbang irama ska ‘riang gembira’ yang nuansanya mengadaptasi dari gaya New Orleans. Walaupun demikian,
para musisi Jamaika masih terpengaruh oleh pop gaya Amerika dan Eropa untuk terus mengadaptasi & mengembangkan bentuk-bentuk tersebut kedalam tradisi dan idealisme bermusik mereka.

Seiring dengan pertumbuhan gerakan Skinhead, popularitas Mods pun memudar. Hingga rocksteady pun berkembang menjadi reggae. Tiba di Inggris, musik ini dikenal dengan sebutan ‘Skinhead reggae’. Puncak popularitas rocksteady amat singkat, paling tidak di Jamaika. Bagaimana pun, hanya berlangsung antara pertengahan tahun 1966 hingga akhir 1967. Menurut Morgan, salah seorang musisi, “Kami tidak menyukai nama ‘rocksteady’, jadi kami mencoba untuk membuat versi yang berbeda dari lagu “Fat man” (salah satu lagu yang menjadi hit diawal karirnya)”. Beat pun diubah dengan menggunakan tambahan organ untuk memberi nuansa pada
irama. Bunny Lee sang produser menyukai versi baru tersebut. “Ia menciptakan sound dengan
organ & ritem gitar. Sound-nya seperti ‘reggae,reggae'”. Istilah tersebut keluar begitu saja. Bunny Lee pun mulai menggunakan istilah tersebut dan kemudian seluruh musisi mengikutinya. Ada pula yang berargumen bahwa ‘reggae’ diambil dari judul lagu The Maytals di tahun 1968 berjudul “Do the Reggay”.

“Ada beberapa penulis musik yang secara keliru mengatakan bahwa ska & rocksteady berubah menjadi reggae. Bahwa sebenarnya reggae adalah bagian yang memisah dari keduanya. Ketukan ska adalah ‘shuffles’, sedangkan irama reggae lebih pelan, lebih lincah & lebih tercirikan
oleh permainan perkusi. Dan juga reggae lebih berorientasi pada vokal, sedikitnya lebih enak untuk di dengar dari pada untuk berdansa. Liriknya pun lebih politis ketimbang ska ataupun rocksteady”.(GIE)
[berbagai sumber]

1 Komentar »

  1. Hendra Cepta Said:

    MANTAFFFFP…………. INSPIRATIF…………..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: