Waz wrong?


Tuhan, hari ini untuk kesekian kalinya aku bertekuk lutut dan menjerit dalam kesedihanku, berilah tatapan hangat padaKu dan jangan pernah Kau berpaling dariku. Aku mau mengadu

Ketika aku meminta bunga, mengapa Engkau memberikanku kaktus?

Ketika aku ingin menambahkan daftar nama orang yang kucintai, mengapa Kau kurangi jumlahnya?

Ketika aku meminta solusi, mengapa Kau hadirkan permasalahan di depanku?

Ketika aku menginginkan kemudahan, mengapa Kau berikan aku kesusahan?

Ketika aku mendambakan kebahagiaan, mengapa Kau berikan aku air mata?

Ketika aku hendak beristirahat, Kau bangunkan aku untuk melayani lagi?

Apakah yang Engkau inginkan dariku?

Semakin aku dekat denganMu, aku merasa semakin kecil.

Kau perlakukan aku berbeda dari yang lainnya, ya, benar, Aku memang berbeda dengan yang lainnya. Dan aku semakin bangga kalau aku berbeda dengan mereka.

Kau sedang menempa aku seperti emas yang murni.

Kini aku semakin sadar bahwa aku berharga di mataMu

Seolah-olah engkau sedang mengadakan fit and proper test terhadapku

Dimana kesetiaan dan kesabaranku diuji disitu

Layakkah aku untuknya?

Dan kuakui dia juga sebagai anugerah yang paling berharga

Tetapi maafkan keputusanku itu, kusia-siakan dan tak kujaga dia untukMu

Padahal Engkau memberikan modal besar untuk kumemulai hubungan dengannya

Hati dan jiwanya sama denganku

Aku sudah memohonnya dengan sangat, Kau memberikannya secara cuma-cuma, tetapi aku terkurung dalam ketakutan-ketakutan yang seharusnya tidak pernah kutakuti.

Itu semua karena dia begitu berarti bagiku.

Tetapi satu pertanyaanku yang belum dapat kujawab, mengapa kau pilihkan dia untukku?

Waz wrong…

Aku memohon belas kasihnya supaya dia mau duduk bicara dari hati-kehati, mata bertemu mata dan kepala ke kepala, tetapi dia hanya stay cool. Tak apalah aku mengerti keadaannya. Yang penting walaupun dia begitu, dia sudah tinggal menempati tempat yang special, tempat yang belum pernah dihinggapi oleh siapapun. Selamanya dia akan berdiam di situ, sama sekali aku tak merasa kehilangan dia,

“Salam yah Tuhan, buat doi, dan jangan lupa jaga dia baik-baik”. (GIE)

2 Komentar »

  1. destini Said:

    isinya ringkas tapi penuh makna… gw pernah ngalamin pengalaman hidup kaya gitu tuch… sabar dan tabah aja yah… kesabaran dan kesetiaan lw lagi benar2 diuji

  2. Doni Said:

    sabar dan tabah ya sob, janjinya gk bkal bkin kita kcewa…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: