Gaya Bahasa dalam Alkitab


Metaphora – Alegoris – Simile

I. Allegori

Dalam sekian teolog, Allegori dan perumpamaan dianggap sebagai dua sisi dari perumpamaan, tapi banyak yang lain menganggap alegori itu berbeda, dan kita lihat memang berbeda. Itupun ada istilah Yunani-nya :

1. Allogs ( allegoris) artinya lain tetapi serupa (tetapi “lain”)

2. Agora (allegora) artinya cerita yang bermakna, dengan arti simbolis yang tersembunyi.

Cerita yang dalam rangka mengajar menjelaskan ide-ide, prinsip-prinsip moral. Saya ambil dari Webster “Presenting ideas through substories dan in-singular“, mengemukakan ide-ide melalui cerita itu dan ide-ide ini dikemukakan sebagai simbol tetapi semua harus ditafsirkan bahkan ide-ide itu. Alegori itu kalau dibandingkan dengan perumpamaan, ceritanya ini lebih panjang seringkali dan semua atau hampir semua idea mempunyai arti dan biasanya akan di-stress yang paling utama di dalam ini semua. Jadi ceritanya lebih panjang tapi cerita ini bukan satu tujuannya tetapi setiap detail didalam cerita itu juga ada artinya.

Dari Stuart mengatakan bahwa perbedaan antara allegori dan perumpamaan atau stori itu, allegori itu betul stori yang tiap detail mempunyai arti yang sungguh tetapi yang asing dalam cerita sendiri. Dan ini diperhatikan. Jadi segala sesuatu masuk dalam cerita itu di-allegorikan/dirohanikan. Misalnya 500 dinar diartikan/ dirohanikan.

Origenes (teolog abad ke-3 yang sangat terkenal) mengatakan Lukas 10 ,orang Samaria yang baik hati :

– Yerusalem dikatakan Surga – Imam = Hukum

– Orang malang = Adam – Lewi = Para nabi

– Yerikho = Dunia – Samaria = Kristus

– Penyamun = Iblis

Ini setiap apapun dalam cerita itu dicarikan artinya tapi fantatis yang lepas total dari cerita. Dan ini di dalam allegori seringkali sehingga lepas daripada cerita kemudian dicarikan arti rohani ini, ini, ini kemudian akhirnya kita tidak tahu.

Penjelasan yang benar menurut Forgod yang kemarin banyak saya pakai, dia mengatakan bahwa sebagaimana perumpamaan adalah simile terpanjang, begitulah juga allegori adalah metaphora yang panjang. Perumpamaan mempunyai satu tujuan yang jelas tetapi dalam allegori banyak tetapi tetap yang harus terjadi bahwa pendengar-pendengar harus mengindentifikasikan diri dengan cerita yang sedang diceritakan itu. Setiap pendengar harus melihat diri di dalam ceritanya dan harus mengindentifikasikan diri dengan sebagian atau salah satu tokoh atau salah satu peristiwa dalam cerita itu. Ini aspek penting dalam allegori atau perumpamaan.

Didalam allegori tidak berbeda dengan cerita tapi berbaur dengan cerita di dalam segala hal, misalnya: Efesus 6 tentang persenjataan rohani, setiap persenjataan itu ada artinya. Jadi disini Rasul Paulus memakai allegori karena dia membicarakan helm, perisai , panah dsb, yaitu semua mempunyai arti sendiri. Di dalam PB itu memang ada, tetapi bahwa helm itu tidak ada helm keselamatan yang memang benar-benar enak dipakai, yang dijual di toko-toko tetapi memang tidak ada dijual toko-toko, di pasar-pasar tapi itu hanya mempunyai arti penting-penting, bukan tujuan untuk menafsirkan hanya sebagai contoh saja.

Allegori adalah satu genre Literaris yang berusaha untuk mengekspresikan kebenaran immaterial dengan cara iktora, artinya ia mengekpresikan moral-moral tetapi secara misio kepada kita. Ia mengekpresikan ide-ide (itu penting dalam allegori banyak ide-ide yang dikemukakan, didalam perumpamaan fakta-fakta/peristiwa-peristiwa yang pernah atau yang bisa dibayangkan akan terjadi).Didalam allegori lebih banyak ide-ide. Seperti dalam Galatia 4; Rasul Paulus sering mengemukakan berkali-kali ide-ide tsb, juga dalam I Korintus. Tetapi apa artinya semua itu ? Di dalam allegori ada 4 pendekatan yang harus kita perhatikan:

1. Literal/harafiah

2. Mencari sesuatu hal yang lebih mendalam yang tidak nyata

3. Moral

4. Anagogi (Yunani) adalah suatu cara di mana segala sesuatu menuju kepada

satu point, dengan kata lain cerita ini membawa kita sesuatu yang ada

di sanalah.

Dan itu salah satu tujuan dari allegori bahwa ia selalu tidak membicarakan pemilik tetapi selalu membicarakan yang ada didepan. Dan dia dalam cara-cara penjelasannya itu menuju kesanalah. Disebut anagogi (Abein = Yunani artinya memimpin, Ana = ke atas memimpin ke atas, kesanalah kita tuju. Kemudian selalu dimaksudkan untuk menyatakan satu arti yang tersembunyi . Jadi di dalam allegori carilah arti misteri/tersembunyi/tidak jelas. Tidak seperti dalam perumpamaan sudah jelas apa yang dibicarakan walaupun kadang-kadang kita berpikir juga, kadang-kadang Tuhan Yesus menjelaskan sendiri apa tujuan perumpamaan. Di dalam allegori, kita diperhadapkan dengan sesuatu yang tidak jelas dan kita harus mencari suatu arti yang tersembunyi. Di dalam allegori memang ada satu tujuan tetapi tidak selalu tujuan itu menonjol karena begitu banyak hal yang lain yang mendapat perhatian yang sebesar-besarnya dan seringkali nasihat-nasihat moral kurang diperhatikan tetapi kebenaran-kebenaran lebih dipublikasikan.

Contoh Yohanes 15, perhatikan:

Ayat 1. Akulah pokok anggur yang benar, kemarin kita melihat Yesaya 5 “Aku menyanyikan lagu tentang pohon anggur dari Tuhan, kebun anggur tsb menghasilkan buah yang asam. Yesus memikirkan hal ini dan dengan kata lain Israel yaitu bukan pohon anggur yang benar, semuanya telah gagal baik dari manusia pertama s/d bangsa pilihan tetapi hanya satu benih dari Abraham tidak gagal yaitu Tuhan Yesus, pohon anggur yang benar. Itu adalah latar belakang Tuhan Yesus bicarakan dalam cerita ini, yang seringkali kita tidak lihat itu bahwa Tuhan Yesus tidak mendadak menceritakan pohon anggur tetapi membicarakan kepada bangsa Israel sudah banyak. Di dalam Yesaya ada beberapa pasal seperti pasal 27 juga ada, dimana dikatakan pohon anggur bisa indah-indah, nah yang dibicarakan akhirnya Tuhan Yesus Kristus sendiri.

Kemudian lihat ayat 2 “Setiap ranting padaKu (ini penting) yang tidak berbuah dipotong dan setiap ranting yang berbuah …..” Istilah dibersihkan dalam bahasa Indonesia = punes atau dipotong – potong untuk memproduksi buah yang baik.. Punes = memotong tetapi bukan untuk mematikan, untuk mengambil carang itu tetapi utnuk memperpendek ranting itu dan mengkonsentrasikan buah itu pada tempat yang lebih sedikit demi untuk menciptakan buah yang lebih teratur (dan itu Bapa yang melakukan ini).

Ayat 3 “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. tinggallah ………” Kita lihat sekarang apa bagian ranting. “Kamu telah dikuduskan. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Seperti Yesus mengatakan seperti Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku (Yohanes 17: 10). Apa artinya? Tiga hal utama : Satu Kehidupan , satu Roh, satu Kasih, maka tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Tuhan Yesus tinggal di dalam diri kita oleh Roh dan Tuhan Yesus adalah Akulah hidup. Kalau Tuhan Yesus tinggal di diri kita = kehidupan Kristus yang tinggal di dalam Dia. Kalau kita mengatakan Tuhan Yesus hidupKu, itu ke arah ini. Kemudian kalau Kristus tinggal di dalam diri kita dan kita bersatu dengan Dia dengan sungguh-sungguh maka kasih Tuhan akan terwujud di dalam diri kita dan itu akan sangat nyata. Di mana ada kasih, di situ orang-orang lari kesitu.

Ayat 5 “Aku pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya, barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, berbuah banyak. Sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa (ini harus dijaga)”. Kalau kita ingin berbuah maka kita harus menempel/tinggal tetap di dalam Kristus. Jadi Kristus yang terutama baik dalam ujian (seperti dalam Kolose 1: 15 – 23). Utamalah Dia bahkan pada saat ujian dan jangan terpecah perhatian-perhatian kita.

Ayat 7 “Jika kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.” Jadi doa ini yang boleh minta apa saja, ada persyaratannya, yaitu tinggal di dalam Tuhan dan FirmanKu di dalam kamu. Kamu tidak mungkin salah minta kalau firmanKu tinggal di dalam kamu dan kamu tinggal di dalam Aku. Tidak mungkin meminta sesuatu yang tidak Allah kehendaki.

Ayat 8. “Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan.” Jika kamu berbuah banyak.

Tujuannya apa? Pohon anggur itu di dalam Yesaya 5 hanya satu tujuan yaitu eksistensi kita di dunia ini yaitu menjadi berkat sama seperti Abraham. Abraham dipanggil untuk diberkati supaya bisa menjadi berkat. Itulah tujuan esksestensi kita sekarang yaitu menjadi garam, terang di dalam kegelapan.Jadi tujuan ini adalah berbuah banyak. Tapi tujuan Tuhan memilih menjadi berkat anak-anakNya bukan untuk egois-egois, saya mau dikuasai, saya ingin mendapat atau saya mau mendapat untuk memberi, tetapi sebenarnya saya mau mendapat untuk bisa memberi. Ingat prinsip lautan mati dimana tidak ada ikan karena tidak ada outlet (saluran keluar) semua air masuk, masuk. Sehingga kadar garam makin tinggi, maka ikan tak satupun ada disitu. Ada orang yang mengatakan saya harus makan-makan toch, tapi makan-makan tanpa memberi, sama juga mematikan dengan saya tidak makan.

Demikianlah tentang pohon anggur tsb.

Allegorisasi : Para Teolog Gereja-gereja muda (abad ke 19)

Mengenai PL ada allegorinya dan itu adalah penafsiran daripada para Rabinen (para Rabbi sampai abad ke-3 PB) itu sangat berperan di dalam PL. Dan di dalam tubuh Israel dan kadang-kadang mereka itu malu tentang cerita-cerita PL dan oleh karena itu mereka menafsirkan itu secara allegori supaya untuk menghilangkan rasa aneh seperti Adam dan ciptaannya….. Rindu supaya orang-orang pintar Yunani itu bisa meninggalkan segala ibadah mereka dan menjadi orang Yahudi.

Seperti Kejadian 1, dia allegorikan supaya tidak menjadi malu karena orang-pintar-pintar mana mereka akan terima tentang Allah menciptakan manusia dan ada ular dan ada semuanya ini.Jadi semuanya ini dirohani-rohanikan tetapi faktanya juga hilang. Dan kita tidak bisa menginterpretasikan Alkitab kalau faktanya jadi hilang. Dan di dalam allegori-allegori justru fakta-faktanya seringkali terus hilang. Didalam segala detail-detail yang dirohani-rohanikan sampai inti dari cerita itu tidak ada lagi. Kita melihat tentang Adam yang merupakan detail-detail dari manusia dan Kristus itu adalah Adam ke-2. Kalau tidak ada Adam pertama tentu tidak ada Adam ke-2.

Dalam Filipi 2 Tuhan Yesus tidak menghilangkan ke-Allahan tetapi meng-hilangkan kehormatan ke-Allahan. Disini Filipi 2 ini Tuhan Yesus bertindak sebagai Adam ke-2. Adam ke-1 sudah mempunyai kedudukan setinggi-tingginya, sebagai kepala atas segala ciptaan, semua diberi kepada dia dia adalah kepala. Kemudian ia terpancing oleh iblis dan iblis memancing supaya ia mempunyai ambisi-ambisi tentang sama dengan Allah. Tuhan Allah kita tahu perbedaan antara baik dan tidak baik. Itu jelas, kita diciptakan norat, tetapi Tuhan tidak memberikan kepada kita untuk menciptakan nilai moral, tidak memberikan kepada kita untuk menciptakan apa yang baik dan apa yang tidak baik, itu hak Tuhan. Tetapi ada disfunction untuk hal ini, maka ia putar segala sesuatu. Ingat “Tuhan mengatakan pada hari kamu makan, habis ini kamu mati.” Sehingga nilai-nilai Allah diputar menjadi lain, dimana Allah mengatakan bahwa bila Adam makan buah itu maka akan mati, tapi Adam menganggap mana mungkin sebab buah ini baik, dia akan tetap hidup. Dasar semua tindakan ini adalah ambisi pribadi. Adam ke-1 adalah manusia lama, adalah suatu oknum sehingga Adam ke-2 juga oknum bukan satu konsep. Seringkali di dalam allegori, fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa itu bisa hilang di dalam allegori klasik daripada penafsir-penafsir itu.

Jadi kita melihat hal ini hati-hati. Mengenai Oligenes, didalam mempunyai metode, metodenya adalah arti pertama dari suatu teks, dia mencari arti harafiah di dalam teks pada umumnya. Lalu ia mencari arti moral pada waktu tertentu., yang ke-3 ia mencari arti spiritual kadang-kadang (apa arti doktrinal tetapi selalu pasti ada arti mistik). jadi dia mulai dari harafiah dan berakhir pada mistik-mistik.

Jadi mereka pada waktu itu coba bayangkan eksegesenya begitu mendalam. Mereka mengambil suatu teks dan dengan berapa banyak 1,2,3,4, dan 5 macam dicari dalam teks itu, sampai yang pertama harafiah/anagogi (yang membawa ke arti) mistik atau puncak pada akhirnya. Demikianlah Oligenes.

Allegori kemudian dilihat sebagai satu sistem yang musik, air hidup………. Allegori itu tidak dianggap terlalu berguna. Pada Reformasi ditolak, apalagi historisistik juga ditolak. Tetapi Reformasi Luther dan Calvin memiliki pandangan bahwa teks tidak perlu adanya ini, teks berdiri sendiri, teks tidak usah dibela, teks itu sendiri adalah klaritas spiritual (the clarity of the scripture menurut Luther) itu berbicara sendiri tidak perlu masuk macam-macam unsur-unsur yang kemudian menghilangkan arti sebenarnya.

Nah sekarang mengenai masalah interpretasi allegori Paulus Galatia 4. Para teolog Liberal mengatakan bahwa metode yang Rasul Paulus pakai dalam Galatia 4 adalah Inlegitim yaitu tidak boleh di luar hukum, itu tidak sesuai dengan hukum tafsiran. Para teolog Injili, mereka seringkali bersifat DDD (Diam DemiDamai/ tutup mulut. Mereka kompromi dan diam dan tidak berbicara. Dan mereka diam dan malu karena mereka manganggap mungkin betul bahwa Paulus itu tidak teliti dari apa yang ia lakukan Galatia 4.

Kalau orang-orang Injili mengatakan bahwa Paul;us itu tutup mulut, tutup mata. Jadi dengan kata lain mereka mengatakan benar Rasul Paulus tidak teliti. Itu berarti Alkitab itu menjadi tanda tanya kepada kita. Otoritas Alkitab itu hilang, kita membuka Alkitab A – Z dan kita tahu bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Itu akan kita korbankan kalau kita akui bahwa Rasul Paulus memakai metode di dalam teksnya yang tidak sah.

Untuk membawa suatu kebenaran kita lihat Galatia 4: 4 tentang Sarah dan Hagar. Kalau Rasul Paulus memakai sesuatu yang tidak sah dengan cara yang tidak benar maka kita harus mengatakan hal itu akan dibenarkan atau merupakan tanda tanya apa ada barangkali teks-teks lain yang tidak bisa kita percayai, dengan kata lain otoritas Alkitab tanda tanya.

Jadi kita mesti lihat apa maksudnya Rasul Paulus dan bagaimana caranya ia memakai allegori tsb. Baca Galatia 4: 21 – 31 mengenai Hagar dan Sarah, memang itu suatu allegori. Ayat 21 – 27 “Seperti tertulis dalam commentary (Allan Kuln) tentang Galatia dikatakan Abraham memang mempunyai 2 anak, satu daripada wanita hamba dan yang satu dari padaisterinya yang melahirkan secara bebas.

Satu lahir secara natural yaitu Ismail. Abraham diberikan hambanya Sarah. Kemudian dalam kasus ini simbol 2 perjanjian, yaitu PL dan PB. Dalam PL adalah isteri pertama hamba adalah simbol dari Gunung Sinai Arab, karena Abraham belum ada di Israel, sebab ia masih di luar negeri perjanjian. Tetapi juga Hagar itu simbol dari PL, tetap Israel dalam PL di bawah perhambaan dosa belum ada penyucian. Karena dalam PL belum ditulis sama sekali kehendak Allah, itu semua paksaan dari luar. Ingat peristiwa 2 loh batu dimana perbedaan PL dan PB. Dalam PL dikatakan kamu harus begini-begini, tetapi tidak ada pengaruh untuk berbuat demikian. Dalam PB tidak ada lagi hal itu sebab Firman Tuhan ditulis di dalam hati. Dalam PB itu semua spontan dari dalam , karena Roh Kristus tentu akan menciptakan di dalam diri kita, sikap Tuhan Yesus, KehendakMu kehendakKu. maka firman itu adalah firman yang kita rindukan bukan firman paksaan. Oleh karena itu, semua dalam PL mereka harus begini-begini dan kemana akhirnya? Total ritual tanpa realita.Kita lihat bagaimana mereka munafik, capek bangsa Israel di bawah hukum itu, karena begitu banyak. Apalagi pada waktu itu tafsiran-tafsiran daripada rabbi-rabbi sedemikian rupa, bahwa setiap apapun di PL kemudian ditafsirkan. Misal : Jangan bekerja pada hari ke-7 (hukum ke-4) kemudian ditafsirkan apa artinya bekerja. Akhirnya 37 jenis larangan ; tidak boleh angkat-angkat, seandainya rumah saya kebakaran pada hari Sabat, bagaimana tidak boleh angkat-angkat? Pakaian dan semua tidak boleh angkat-angkat. Dan bangsa Israel terikat seperti itu, dan dalam PL tampak bangsa Israel dibawah perhambaan hukum dan juga perhambaan dosa. Karena dengan perhambaan hukum tidak ada penyelesaian dosa.

Menurut Alan Kuln, maka Hagar merupakan simbol Yerusalem daripada ikatan perjanjian dengan Nabi Musa. Tetapi pada Nabi Musa belum sampai begitu, itu betul hanya firman Tuhan bukan tafsiran-tafsiran yang sedemikian banyak daripada semua penafsir-penafsir yang harus dipahamidan harus dipelajari oleh semua orang Yahudi. Kemudian Ibu kami adalah seorang yang lahir bukan dari hukum tapi daripada perjanjian. (Ini semua PB dimana kita lahir daripada perjanjian Kristus, janji Tuhan Yesus siapapun yang datang kepadaKu tidak akan ditolak). Dalam Yohanes 6: 37 dinyatakan dua kali tidak-tidak. Kita lahir dari janji Allah, Firman Allah dan hanya dari anugerah Allah. Jadi Yerusalem sorgawi adalah ibu kita. Dalam Filipi 3: 20 Paulus mengatakan kita kewarganegaraan adalah di sorga. Kita lahir dari sana, kita adalah WNS bukan WND (S= surga, D= dunia). Lihat juga Galatia 4: 28 – 31, yang mengatakan hal ini bukan Tuhan, tetapi Sarah sendiri. Sarah mengatakan : “Usirlah dia..” Kalau Abraham melakukan. Tuhan mempunyai tujuan bahwa melalui kelahiran kedua anak ini, perbedaan status dan segala sesuatu mesti nyata.

Bahwa orang-orang yang ikutan berbuat supaya diselamatkan tidak akan pewaris kerjaan Allah hanya orang-orang yang semata-mata menerima anugerah dan janji dari Allah. Kejadian di ayat 29 terjadi karena Ismail selalu mengejek dan menyiksa orang perjanjian sampai saat ini dan seterusnya. Anak-anak yang bukan merdeka selalu akan memusuhi pihak yang sungguh merdeka di dalam Kristus. Itulah salah sesuatu hal yang menjelaskan mengapa di dalam gereja itu sendiri begitu banyak perlawanan. Walaupun kita harus berusaha untuk memelihara kesatuan Roh ( kata Rasul Paulus dalam Efesus 4 begitu hebat itu tetapi faktanya adalah seperti itu.

Nah sekarang, Allegori dan metode allegori dari Paulus adalah Hagar sebagai hamba PL, Yerusalem masa Rasul Paulus, Sarah (wanita bebas) = PB, Ismail daripada darah daging adalah orang-orang yang diperhambakan oleh hukum, Ishak = janji daripada orang Kristen yang benar, kemudian Ismail menganiaya Ishak. Memang Paulus membuat disini suatu allegori, tetapi bahwa Palus tidak melanjutkan allegori. Dan bila Paulus menganggap allegori adalah suatu genre yang sah dan bagus, jelas dia tidak akan melakukan itu hanya dalam Galatia atau Korintus namun juga di semua surat. Dan disini Paulus mempunyai tujuan ini untuk membedakan PL dan PB. Dan ia membedakan supaya dimengerti perbedaan antara satu dengan yang lain maka ia memakai peristiwa ini yang berdasarkan fakta bukan berdasarkan teori tetapi peristiwa yang benar-benar terjadi. Bila hal ini hanya suatu teori untuk bagaimana mengajak yang baik, tentu ia tidak akan memakai 2 tetapi akan memakai jauh lebih sulit.

Di dalam pasal ini, dia menjelaskan sendiri apa yang dia maksudkan dengan ceritanya. Dia jelaskan dan pakai Alkitab dan ia mendasarkan apa yang ia katakan pada fakta-fakta yang memang terjadi, dengan kata lain disini bukanlah dongeng yang kemudian dia rohanikan untuk mengajar sesuatu (fakta yang sangat jelas yang memang terjadi).

II. Metaphora

Mazmur 80: 9 – 20 mohon ingat historis cultural, konstektual dan teologis., coba buat sintaksis dan sistematis. (PR)

Metaphorik itu berasal dari kata Yunani yaitu meta ferein, meta adalah membawa kesana atau membuat suatu perbandingan antara dua hal. Ada suatu perbandingan, tapi perbandingan dalam metaphorik tidak memakai istilah seperti, paling cepat dari sekian banyak metaphorik, contohnya : “Aku inilah Roti Hidup”, kira-kira apa artinya? Dan “Aku inilah Pintu”. “Aku inilah pohon anggur”. Ini semua metaphorik.

Kira-kira apa itu metaphorik? “Aku inilah pintu” memang Tuhan Yesus pintu tapi Yesus bukan pintu. Tapi kita tahu langsung dengan memakai perkataan ini tanpa Aku seperti pintu. Pada mazmur 1 tertulis “orang yang berbahagia adalah seperti pohon , orang lalim seperti sekam. Tapi disini tidak, Yesus menganggap Akulah Pintu, Akulah Roti Hidup. Jadi metaphora sangat jelas tidak sulit, karena kita lihat dua ide yang sangat jelas. Tetapi sebenarnya tidak mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Tapi apa yang dikatakan jelas sekali.

Dua benda/peristiwa /hal/oknum menjadi satu tidak terpisah, misalnya “Aku inilah Roti Hidup. Apa artinya untuk kita ? Melalui dua hal tanpa mengatakan “seperti”. Akulah Pintu berarti membuka kerajaan tapi juga batas, yang berkepentingan bisa masuk. Jadi satu konsep Pintu jelas bahwa apa pintu itu? Siapa yang tinggal di rumah tidak ada pintu-pintunya ? Dan tidak ada diantara kita bila malam pintu-pintu terbuka. Jadi pintu bagi kita konsepnya jelas, maka Tuhan yesus memakai itu “Aku”. Dan kira-kira apa artinya “Akulah Roti Hidup?” Artinya makanan yang menghidupkan. Tanpa itu kita mati. Itulah kebutuhan kita dan dia adalah sumber kehidupan dan pemeliharan kita. Dan itu adalah metaphora. Dan segala macam metaphora dan kesitu arahnya. Tidak perlu kita membuka semuanya itu.

Ada macam-macam metaphora. Metaphora adalah orang harus menjadi contoh, seperti “Kamulah garam dan terang dunia.”

Apa kamu garam ? Tidak juga, khan ?

Yang digunakan untuk mengekspresikan suatu benda atau peran atau sesuatu hal atau satu orang , tetapi dalam metaphorik itu aplikasinya lain. Saya kira tak perlu kita dipaparin lain, cukup jelas. Biasanya roti mempunyai ini tetapi dalam metaphorik itu dalam bahasa kiasannya ini artinya lain sekali . Namun pemikiran Roti, apa itu Roti itu tidak hilang justru itu memberikan arti sebagai ucapan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.

III. Simile

Itu juga kata-kata kiasan, tetapi memakai “seperti”. Coba lihat Yeremia 23: 29 itu suatu simile, bukan suatu metaphorik. Apa yang dikatakan FirmanKu itu? Yang dikatakan FirmanKu itu bukan api atau pintu tapi seperti api dan seperti pintu. Dalam bahasa itu selalu dicarikan hal yang serupa/sama. Dan simile itu dalam Mazmur 1 banyak PL dan PB diungkapkan seperti ini, seperti itu.

Simile simbol tipologi itu semua satu masalah yang sifatnya harus kita bicarakan. Apa itu simbol? Yaitu pengertian tambahan dari objek atau dari sesuatu hal dari pada yang biasa, misalnya burung merpati. Burung merpati selalu menggambarkan Roh Kudus yang akan datang memenuhi kamu. Lihat Markus 14: 22 – 24 bandingkan Lukas 22: 19.

Terdapat perbedaan sedikit yaitu mengenai cawan ini adalah perjanjian baru. Cawan ini merupakan cawan ke 5 dalam perayaan Paskah yang merupakan cawan pengucapan syukur. Beberapa cawan yang diminum dalam perayaan Paskah itu tetapi yang terakhir itu adalah cawan pengucapan syukur dan cawan inilah yang diambil Yesaya dalam darahku dan Perjanjian Baru di dalam darahKu. Jadi syukur bahwa sekarang tertumpah darah atau pengesahan Perjanjian Baru. Pernah kita bicarakan bahwa perbedaan PL dan Pbadalah bukan isi perjanjiannya tapi aplikasinya. Karena kedua PL dan PB itu dua-duanya mengatakan “Kamu Kuangkat milikKu dan Aku milik Allahmu” Tetapi didalam PL beda sekali karena itu, nats nasional dengan bangsa Israel PB, individualis setiap orang percaya. Dalam PL itu massal, PB itu individual dan itu segala bangsa, kemudian salah satu aspek yang lain PL itu sah. Mereka tidak menggunakan stempel tapi dengan penumpahan darah sampai nabi Musa dalam kitab Keluaran 4 memercikkan bangsa Israel dan hukum-hukum itu dengan darah dan dengan inilah darah perjanjian yang ditumpahkan untuk perjanjian ini. Yaitu PL ini disahkan dengan demikian dan PB disahkan didalam darah Kristus, maka ini yang diucapkan.

Dan kita melihat disini bahwa Tuhan Yesus memakai suatu simile, dimana apa yang dibicarakan itu jelas sekali, boleh dikatakan suatu metaphora yang lebih panjang sedikit. Kemudian satu hal lagi, simbol dimengerti secara harafiah dan dipakai untuk mendatangkan pengertian, bukan bentuk jenis hurufnya tetapi perhatiannya pada perdamaian seperti pada simbol burung merpati. Jadi simbol itu adalah sesuatu yang mendatangkan pengertian walaupun bukan literaly ini tetapi sudah cukup jelas bahwa itu hendak membicarakan pendamaian atau Roh Kudus atau sesuatu yang sesuai dengan jamannya itu. Apapun juga dapat dikatakan bahwa burung merpati membicarakan watak seseorang itu lemah lembut, seperti “Aku mengutus kamu dalam dunia seperti domba tapi cerdik seperti ular yaitu berarti terlihat watak yang dituntut dari kita bukan kelicikan tetapi kecerdikan.

Ada lagi penafsir masa kini yang lain lagi dari yang dahulu seperti kata merpati adalah perdamaian atau ketulusan, tapi pada jaman Yesaya yaitu keluhan-keluhan dari merpati itu dan pada pada jaman Hosea 7: 11. Disini jaman Hosea tidak berbeda dengan jaman Yesaya, keduanya abad ke-8 tetapi Hosea duluan daripada Yesaya. Dari Hosea 7: 11 jelas kita mesti tahu apa yang dibicarakan oleh penulis maka kontekstual itu penting dan jamannya juga. Misalnya simbol benda-benda, misalnya salib untuk orang Roma dan salib untuk orang-orang PB berbeda. Salib untuk orang Roma berarti hukuman yang paling berat. Untuk kita adalah keselamatan. Kemudian simbol-simbol misalnya Baptisan, Perjamuan Kudus, angka 12 atau 7. Angka 12 berarti 12 selalu Berapa orang yang diselamatkan ? Yaitu 12 x 12 itu keseluruhannya 144.000 yang berarti segenap umat Tuhan akan diselamatkan. Kemudian 7 angka kesempurnaan.

Warna yang mempunyai arti seperti Yesaya pasal 1, merah seperti apa, putih seperti apa. Nama-nama juga adalah simbol, misalnya Yesus yang berarti Dia yang menyelamatkan daripada dosa (Matius 1: 21). Typus yaitu suatu macam yang dipakai untuk membicarakan sesuatu yang akan diambil Type. Ini tipe dan anti-tipe. Jadi Adam adalah tipe dan Kristus adalah anti-tipe, ini sebenarnya. Kita selalu melihat dalam tipologi bahwa itu yang dibicarakan adalah sesuatu yang nanti adalah beda tapi serupa.

Contoh dari Kisah Para Rasul 7: 44 dan Ibrani 8 : 5 – 6.

– Kisah Para Rasul 7: 44 , tentang kemah suci. Ini adalah tipus yang

sebenarnya, jadi kemah yang di bumi harus sesuai yang ada.

– Ibrani 8: 5 – 6 (Ibrani adalah salah satu buku yang banyak mengandung tipologi), karena sekarang Ia masuk di PL suatu Tirai dengan 13 lapis dan pada hari kebangkitan itu, disobek dari atas ke bawah (Tuhan yang menyobek 13 lapis). Ingat Tirai dalam Bait Allah 13 lapis dengan kata lain tidak mungkin disobek oleh manusia dan tidak boleh ada menonton ke dalam. Hanya Imam besar sekali satu tahun masuk ke dalam. Namun sekarang Tuhan Yesus bukan di dalam, tapi Ia langsung masuk ke dalam sorga. Lihat pasal 9: 24, hal ini banyak sekali dibicarakan dalam kitab Ibrani.(GIE)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: