Posts Tagged ‘puisi’

Diam Adalah Seni


Diam adalah seni

Bukankah diam adalah perjalanan paling puisi?

Seperti di perjalanan, berdiam tanpa melakukan apapun memerlukan rute, juga waktu, sering juga alasan meski terkadang tanpa tujuan.Dan sunyi! tambahmu.

Bukankah kesunyian adalah perjalanan paling puisi?

Sunyi mampu mendengar denting hati. Seperti malam yang mendengar bunyian. Seperti hening yang membuka jendela jiwa. Seperti di kesenyapan gerak diam, jiwa menemukan dentum iramanya. Demikianlah jalan sunyi mempertemukan dengan kekasih jiwa. Ketika diam adalah puncak rasa, melampaui semua tanda baca dan kata-kata.

Pejamkan mata. Sebab dengan tanpa melakukan apapun, kita membaca semesta. Membiarkannya melingkupi seperti angin seperti udara seperti hampa yang demikian penuh.

Menjadi satu dengan semesta.

Semesta jiwa-ku, mu, dan Nya.

Sebab pernah ada sabda: barang siapa bersatu dengan semesta, maka ia telah memiliki jalan rasa. Jalan yang dilalui dengan kendaraan cinta, menuju rahim jiwa. Ketika pencapaian bukan lagi menjadi akhir, melainkan awal. Demikianlah dikisahkan hikayat pencarian yang paling purba.

Selamat datang di jalan sunyi ini. Seni perjalanan dalam diam yang mengarungi samudera hati, mendaki puncak-puncak kenangan dalam gelembung-gelembung kaca, menyeberangi padang ketika ilalang setia mencintai angin dan musim, membaca peta bintang, memaknai dedaunan yang luruh dan kelahiran embun; sehingga semesta menjadi nafas yang menyanyikanmu rayuan cinta pada kehidupanmu.

Sebab dalam diam dan tidak melakukan apapun, percakapan kita menjadi riuh bergemuruh dan .. sempurna.

Tidak melakukan apapun adalah maha karya seni!

Dan aku hanyalah seorang pejalan sunyi yang menemu damainya berjalan-jalan di jalanmu

Dear mother


Ma, mom, mama, mother, amma

She was there every time you cried, when a baby.

YOU started growing!


She jumped with joy,

When you first stood up on your tender feet.

YOU grew confident!

She celebrated with happiness

on your first birthday.

YOU ate the cake!

She gave you sweets,

On your first day to School

YOU enjoyed the whole!

She bought YOU new clothes,

Instead of clothes for herself.

YOU showed off to your friends!

She took you to the doctor,

When you were sick.

YOU recovered your health!

She quarreled with her friend,

When you fought with her friend’s kid;

to prove you innocent & gave up her friend.

YOU cared less for her loss!

She gave you her savings,

to buy your bicycle.

YOU rode with pride!

She cooked your favorite breakfast,

On your first day to Office.

YOU became independent!

She waited at the door

On your first Salary day,

only to seek God’s blessings.

YOU already celebrated with your friends!

She blessed your love marriage,

When you came home married.

YOU shared your love with your spouse!


She’s now old and lonely,

still thinking of YOU.

Remember! All that she had,

she gave it to YOU.

Show your love before you feel it is too late.(GIE)

My first love letter


Dear, for the most beautiful thing in this world

Ada saatnya mencari seseorang untuk dicintai ada dalam akhir daftarku

Berjalan dipantai, dengar alunan musik rege atau bercanda dengan teman lebih menarik bagiku dibanding dirangkul dalam kehangatan yang namanya”cinta”

Terlalu banyak hal yang kompleks dalam bercinta

Aku tak butuh peduli dengan seseorang

Kecuali pada diriu sendiri

Dan aku bukanlah orang yang cuek pada apa yang terjadi disekelilingku

Sekarang aku merasa sangat bodoh

Aku tak mengerti apa yang membuatku berpikir

Bahwa aku dapat bertahan hidup tanpa kekasih

Aku tidak dapat melihat pentingnya hubungan “dua hati” yang beradu

Aku merasakan kesendirian yang tak tergambarkan

Aku hanya bisa menyangkal bahwa aku membutuhkanmu

Kesibukan dan prestasi tidak dapat memenuhi kekosongan hati

Bahkan karena egoku aku takkan mencarimu

Sampai sekarang aku masih tak dapat mengetahui apa yang kamu lihat dari aku

Aku pikir aku dapat membodohi semua orang kalau aku membutuhkan tempat berkeluh

Tadinya kupikir  keputusanku untuk mundur dan berusaha menyelamatkan hubunganmu dengan pria gagah pacarmu yang kuhormati itu adalah keputusan yang baik dan terpuji

Ternyata itu adalah keputusan yang sangat tidak bertanggung jawab

Aku tidak bertanggung jawab atas hati nuraniku

Aku tidak bertanggung jawab kepada orang yang kucintai

Dan aku tidak bertanggung jawab atas anugerah Tuhan yang mahal itu

Padahal aku sendiri yang memohonnya dengan sangat

 

Dengan keputusan itu berarti pupus dambaanku untuk menangis di pahamu yang kurus dan kamu basuh dengan tangan kecilmu yang kuat itu

Dan aku mencoba hilangkan dengan senyuman…

Lihat dengar dan rasakan

Coba tuk lupakan cinta dan harapan

Semua yang telah hilang bawa kumelayang ke dalam mimpi

Waktu terus berjalan jangan kau tangisi

Biarkan berlari

Harus beranjak pergi dan jangan terhenti

Tuk menanti

Kan kurangkai mimpiku jadikan satu hati untuk tetap berdiri

Hilangkan semua rasa yang pernah ada

Hadapi dengan tenang hilang dengan senyuman

Malam itu Dia mengajakku


Malam itu tubuhku sangat lelah
Setelah seharian aku berjalan mengiring Nya
Ingin sekali kudengar Dia mengatakan :
“Beristirahatlah seketika”
Tapi Dia terus melangkah
Dalam langkah-langkah kepastian
Malam itu Dia memasuki sebuah taman
“Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa”, kata Nya
Namun belum lagi aku sempat meletakkan pantat
Dia mengajakku memasuki taman itu
“Mau apa Dia ?!”
Malam itu Dia mengajakku memasuki taman
Kulihat butir-butir keringat membasahi tubuh Nya
Kulihat tubuh Nya gemetar ……..
“Sakitkah Ia ?!”
“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.
Tinggallah di sini dam berjaga-jagalah dengan Aku”
Kata-kata itu membuat aku merinding, takut
“Ada apa gerangan ?”
“Dia minta ditemani, ada apa dengan Ia ?!”
Hari semakin larut
Cahaya bulan menyapa namun ragu
Seragu hatiku menemani Dia
Mataku mulai terkatub …… terbuka …..
Ngantuk sekali !!!!!!!
Saat itu kudengar Dia berkata :
“Ya, Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu,
kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu”
Suara-Nya kian sayup kudengar
dan ……. hilang …….
Akupun tidur ….. pulas …….

yulius  sugiarto(GIE)

 

Struktur Puisi Ibrani


Struktur-struktur Retorik Narasi Ibrani

Pola-pola struktural khusus yang sering ditemukan dalam narasi Ibrani adalah: pengulangan (repetition), pararelisme (parallelism), Kiasme (Chiasm), dan pencantuman (inclusion).

Pengulangan (Repetition)
Pengulangan merupakan perlengkapan kesayangan di dalam narasi Ibrani. Pengulangan bergerak dari pengulangan kata-kata kepada pengulangan seluruh percakapan (dialog). Alter menyebutkan bahwa pengulangan tidak hanya pada kata-kata kunci (key words) tetapi juga pada motif-motif, pada tema-tema, dan pada urutan daripada tindakan sebagaimana “tiga perwira dan anak buahnya diancam dengan api dari langit di dalam 2 Raja-raja 1″
Pengulangan dapat juga bermanfaat untuk suatu tujuan lain dari pada menuntun pendengar kepada arti dari narasi itu. Dengan event-event narasi yang berperan bersamaan, teknik dari resumptive repetition bermanfaat mengembalikan pendengar kepada point mula-mula dari cerita itu setelah diikuti sebuah cabang untuk sementara waktu. Contoh, berdasarkan I Samuel 19:12, “Mikhal menurunkan Daud dari jendela, ia (Daud) melarikan diri dan luputlah ia” Pembaca tetap dengan Mikhal dan pertemuan antara dia dengan orang-orang Saul. Tetapi sementara itu Daud telah melarikan diri, sebagaimana dalam 19:18 “Setelah Daud melarikan diri dan luput.”

Pencantuman (Inclusion)
Pencantuman merupakan bentuk khusus dari pengulangan ditemukan juga dalam narasi Ibrani, Contoh, Ulangan 1:1 dan 29:1 (Lebih tepat 28:69). Pencantuman menandai batas-batas dari sebuah unit literatur dengan mengulang pada bagian akhir kata-kata dan frase-frase dari bagian awal. Karena pendengar yang menerima narasi melalui pendengaran (dibacakan, tidak membaca), pencantuman memberi isyarat akhir dari narasi dan mungkin mengulangi pernyataan (pesan) dengan mengingatkan pendengar dari pernyataan pembukaan.

Kiasme (Chiasm)
Welch menyebut kiasme “suatu prinsip penataan/pengurutan/penyusunan yang penting, tidak hanya pada ayat-ayat dan kalimat-kalimat, tetapi juga di dalam dan sepanjang keseluruhan kitab.” Karena kiasme adalah bentuk yang rumit dari pengulangan, petunjuk untuk mengidentifikasi kiasme adalah pengulangan. “Dimana pengulangan itu sering,……penganalisa harus akhirnya bertanya jika narasi telah dikontruksikan dengan sebuah arsitektur kiastik; jika narasi menunjukkan pengulangan, adakah itu juga menunjukkan kebutuhan inversion (kebalikan), balance (seimbang), dan berpusat pada klimak?”
Pola-pola kiastik dapat ditemukan dalam dialog sebagaimana dalam adegan. Bar-Efrat menyodorkan contoh yang baik dari kiasme di dalam sebuah dialog (percakapan) di dalam analisanya terhadap percakapan Husai (2 Samuel 17:8-13). Struktur kiastik untuk setiap separoh pembicaraan, dua bagian dihubungkan pada bagian tengah (X):
A Engkau tahu ayahmu dan orang-orangnya, bahwa merekalah pahlawan dan sakit hati,
B Seperti beruang yang kehilangan anaknya di padang,
C Dan ayahmu ahli di dalam perang dan dia tidak akan melewati malam bersama dengan rakyat.
X Tentulah ia sekarang bersembunyi dalam satu lobang atau di salah satu tempat.
C’ Dan ketika beberapa dari mereka akan kalah pada awal peperangan, semua yang mendengar itu akan berkata: “Ada pembantaian diantara rakyat yang mengikuti Absalom.”
B’ Kemudian meskipun seorang gagah perkasa, yang mempunyai hati seperti hati singa, akan meleleh sama sekali.
A’ Karena seluruh Israel tahu bahwa ayahmu adalah pahlawan dan gagah perkasa orang bersamanya.
D Biarlah seluruh Israel semuanya terkumpul (gathered) bersamamu, dari Dan hingga Bersyeba.
E Seperti pasir di tepi laut banyaknya; dan kamu sendiri pergi ke pertempuran.
X’ Dan kita akan mendatangi dia di salah satu tempat dimana dia ditemui,
E’ Dan kita akan menyergapnya seperti embun jatuh ke bumi; dan dia serta orang-orang yang menyertainya tidak ada yang tertinggal.
D’ Dan jika ia terkumpul (gathered) pada sebuah kota, seluruh Israel akan mengikat kota itu dengan tali dan kita akan menyeretnya sampai ke sungai, hingga batu kecilpun tidak terdapat lagi di sana.
Fokkelman menyodorkan contoh yang baik dari kiasme di dalam adegan pada kejadian 25:20-26, adegan pertama dari toledoth dari Ishak.
A Ishak berumur 40 tahun ketika mengambil Ribka menjadi isterinya. ay. 20
B Ribka mandul; Doanya dikabulkan ay. 20/21
C Istrinya, Ribka, mengandung ay. 21
Anak-anaknya bertolak-tolakan dalam rahimnya ay. 22
D Ribka meminta sebuah PETUNJUK (an oracle) ay. 22
D’ Yahweh memberikannya sebuah PETUNJUK (an oracle) ay. 23
C’ Hari untuk bersalin telah tiba ay. 24
Ternyata kembar ada dalam rahimnya ay. 24
B’ kelahiran dan rupa Yakub dan Esau ay. 25, 26a
A’ Ishak berumur 60 tahun ketika Ribka melahirkan anak-anaknya ay. 26b
Fokkelman mengakui bahwa struktur kiastik disini “tidak mesti demikian,…….namun struktur pesan ini mengungkapkan apa yang menjadi inti maslah di dalam Kejadian 25:19-26, yaitu yang menjadi sentral dari komposisi kesimetrisan, D + D’. PETUNJUK merupakan sentral.” Pengkotbah mungkin tergoda menggunakan bagian ini bagi kotbah mengenai “Jawaban Doa,” atau “Kesabaran Ishak,” atau “Keibuan.” Tetapi struktur daripada adegan menfokuskan pada Firman Tuhan: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Struktur ini, oleh karena itu, menunjukkan bahwa “bukan menguji Ishak terhadap penungguan dan jawaban dari doa yang terdapat dalam plot, tetapi secara keseluruhan pada kelahiran anak-naknya [dan implikasi dari petunjuk itu] merupakan point utamanya.”
Contoh terakhir ini khusus menunjukkan arti dari pengenalan struktur kiastik. Ini tidak hanya memberi penghargaan yang sungguh besar bagi narasi Ibrani sebagai literatur, tetapi juga membantu menggambarkan unit literary menjadi berguna seperti mengkotbahkan teks dan mencegah kesalahan-penafsiran dengan memusatkan pada thema dari perikop.
Stereotyped Patterns
Kadang-kadang struktur dari kitab-kitab Perjanjian Lama berpola stereotyped, seperti pola yang kita kenal dalam kitab Hakim-hakim:
A. Israel berlaku jahat di mata Yahweh.
B. Yahweh menyerahkan mereka kepada penindas.
C. Israel berseru kepada Yahweh.
C’. Yahweh membangkitkan seorang pembebas bagi Israel.
B’. Yahweh menyerahkan penindas kepada pembebas tersebut.
A’. Tanah Israel aman.
Penulis kitab Raja-raja menggunakan “Kerangka stereotyped. . . . untuk membuka dan mengakhiri bahan yang disajikan bagi suatu fakta pemerintahan raja.”
A. Introductory framework
1. Royal name and accession date. . .
2 King’s age at accession (Judah only)
3. Lenght and place of reign
4. Name of queen mother (Judah only)
5. Theological appraisal
B. Events during the reign. . . .
C. Concluding framework
1. Formula citing other sources of regnal information
2. Notices of death and burial
3. Notice of a successor.
Level-level Struktural
Bar-Efrat memberi kesan bahwa struktur dapat dideteksi pada empat level-level yang berbeda: (1) level verbal; (2) level narrative technique ( teknik penceritaan); (3) level narrative world; dan (4) level conceptual content (isi secara konsep).
Level verbal, contohnya, pengulangan kata-kata “And there was evening and there was morning” membagi cerita penciptaan mula-mula kedalam tujuh seksi yang ditandai dengan jelas.
Level narrative technique, “the analysis pf structure . . . is based on variations in narrative method, such as narrator’s account as opposed to character’s speech (dialogue), scenic presentation versus summary, narration as agains description, explanation, comment, etc.” Sebagai contoh, cerita kelahiran Samuel (1 Samuel 1:1-2:11):
Summary (1:1-3)
Scene (1:4-18)
Summary (1:19-20)
Scene (1:21-23a)
Summary (1:23b)
Scene (1:24-2:10)
Summary (2:11)
Level narrative world, “the analysis of structure is related primarily to the characters and the plot but also to setting, clothes, etc.” Contoh: cerita Amnon dan Tamar (2 Sam 13) “struktur berdasarkan identifikasi karakter” Setelah bagian awal membukakan tokoh-tokoh utamanya, cerita dibangun sebagaimana sebuah rantai dengan tujuh bagian, masing-masing bagian terdapat 2 tokoh, dan salah satu tokoh tersebut juga terdapat pada bagian selanjutnya.
Yonadab-Amnon (ayat 3-5)
Amnon-Daud (ayat 6)
Daud-Tamar (ayat 7)
Tamar-Amnon (ayat 8-16)
Amnon-hamba (ayat 17)
hamba-Tamar (ayat 18)
Tamar-Absalom (ayat 19-20)
Amnon ditemukan pada 2 bagian pertama, sedangkan Tamar ditemukan pada dua bagian terakhir…… Dibagian tengah, yang merupakan bagian yang besar dari pada bagian lainnya (terdapat 9 ayat), Amnon dan tamar bertemu, dan disinlah puncak dari cerita itu.
Level conceptual content, “the analysis of structure is based on the themes of the narrative unit.” Contoh, salah satu tema-tema dari 1 Samuel adalah “the tranference of leadership—from Eli to Samuel, from Samuel to Saul and from Saul to David.” {perpindahan kepemimpinan—dari Eli ke Samuel, dari Samuel ke Saul, dari Saul ke Daud}. Berdasarkan tema ini kitab tersebut dibagi tiga, pasal 1-7 (Eli — Samuel), pasal 8-15 (Samuel — Saul) dan pasal 16-31 (Saul — Daud)
Demikianlah pola-pola struktur yang mungkin ditemukan pada berbagai level dan dapat menjadi indikator yang penting terhadap penekanan arti dari suatu bagian.(GIE)

(Sumber: The Modern Preacher and The Ancient Text, karangan Sidney G, halaman 208-213)

Laki-laki


Jika engkau tetap tenang, ketika yang lain lepas kendali dan menyalahkan
Jika engkau bisa mempercayai diri sendiri, ketika yang lain meragukan dirimu
Jika engkau bisa menanti dan tidak lelah menanti, atau anda sekalipun dibenci namun tidak membenci, tidak terlihat terlalu baik, tidak pula bicara terlalu bijak.

Jika engkau bisa bermimpi dan tidak menjadikan mimpi sebagai gurumu
Jika engkau bisa berfikir dan tidak menjadikan pikiran sebagai tujuanmu
Jika engkau bisa bertemu kemenangan dan kemalangan dan memperlakukan keduanya sama
Jika engkau bisa menumpuk semua kemenangan, dan mempertaruhkannya dalam satu lemparan, dan kalah dan mulai lagi dari awal
Tanpa menghembuskan sepatah kata tentang kekalahan.
Jika engkau tahan mendengar kebenaran yang engkau katakan diputarbalikkan penipu untuk menjebak orang dungu,atau melihat hasil karyamu rusak dan tanpa kenal lelah memperbaikinya.
Jika engkau mendorong hati dan syaraf serta otot untuk melayani lebih dari yang telah mereka lakukan,lalu bertahan jika tak ada lagi apa-apa dalam dirimu, kecuali tekad yang menyerukan pada mereka, bertahanlah!
Jika engkau bicara dengan khalayak dan menjaga kebaikan atau berjalan dengan raja namun tetap bersahaja.
Jika tidak ada musuh maupun kekasih yang bisa melukaimu dan semua mempercayaimu tapi tak ada yang berlebihan.
Jika engkau bisa mengisi setiap menit yang berlalu dengan enam puluh detik milikmulah dunia dengan segala yang ada di dalamnya dan lebih dari itu engkau akan menjadi seseorang laki-laki. piss

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.