Posts Tagged ‘kaleidoskop’

Selamat Tahun Baru


Hidup adalah medan perang

Dunia ini sendiri adalah medan perang besar. Di mana saja selalu ada pertempuran, kekerasan dan pertumpahan darah. Keberadaan selalu dicirikan dengan adanya perjuangan: molekul melawan molekul, atom melawan atom, elektron melawan lawan elektron, laki-laki melawan laki-laki, perempuan lawan perempuan, manusia melawan manusia, manusia lawan hewan, manusia lawan alam dan sebaliknya. Dalam tubuh fisikpun selalu ada perubahan dan perjuangan yang terus menerus.

Lebih buruk lagi dari dunia fisik, pikiran sendiri adalah medan luas di mana berlangsung banyak pertempuran. Setiap perkara kecil sekalipun akan menggangu keseimbangan pikiran. Pikiran menjadi sangat gembira pada saat anak yang diharapkan lahir. Pada lain waktu, pikiran menjadi sedih kala anak itu jatuh sakit, mengalami kecelakaan atau diserang penyakit ringan sekalipun. Pikiran berfluktuasi di antara dua ekstrem, kebahagiaan dan kesedihan, karena ia tidak terlatih untuk melihat hakikat sejati kehidupan. Untuk alasan ini, orang biasa akan mengalami penderitaan, rasa takut, cemas dan Cuma sedikit kepuasan batin dalam dunia yang terus menerus berubah. Namun jika seseorang telah melatih pikirannya dengan meditasi dan melihat hakikat semua benda sebagaimana adanya, pikirannya tidak lagi melekat maupun terikat oleh dunia. Sebagai hasilnya, ia membebaskan dirinya dari penderitaan dan ketidaksempurnaan dunia.

Hidup adalah medan perang abadi di sepanjang dua garis: yanga satu di sebelah luar, yang satu di sebelah dalam. Yang berada di luar adalah garis intelektualitas dan rasionalitas. Jika kekuatan sebelah luar telah habis, kita menarik diri ke dalam lapisan kedua, yaitu perasaan, dan mencari pertempuran yang baru. Jika lapisan kedua ini juga kalah, kita mengundurkan diri sejenak untuk merawat diri, dan untuk muncul dan berperang lagi esok hari. Bagaimanapun pada waktu kita telah benar-benar terguncang dan menarik diri ke dalam, hidup bersama kemarahan, frustasi, nafsu dan fantasi untuk waktu yang lama, kewaraqsan dan kendali diri akan terpengaruhi.

Pikiran yang tidak terkendali dikuasai oleh pikiran-pikiran yang tidak menyenangkan, seperti pikiran yang mementingkan diri sendiri, serakah, dan melekat pada kemasyuran, harta, dan kepemilikan duniawi. Jika kecenderungan ini tidak diteliti, pikiran akan beralih menjadi monster yang siap membunuh dan menghancurkan siapapun dan apapun yang menghalanginya.

Demi mengejar keuntungan dan kenikmatan materi, kita tidak lagi mendengar suara alam. Kita menuntut terlalu banyak dari hidup dan karenanya kita runtuh. Kita dibuat percaya bahwa sukses berarti mampu berbuat segalanya menjadi yang terbaik dalam semua aktivitas. Tentu saja, secara fisik hal ini tidak mungkin. Kegiatan mental kita sedemikian terganggu oleh kebahagiaan masa depan, sehingga kita mengabaikan kebutuhan fisik dan melalaikan prioritas yang tepat merupakan sebab utama frustasi, ketidakpuasan, rasa takut dan tidak aman menghinggapi kita.

Jadi apa akibat dari semua ini? Keresahan dan tekanan ini mewujudkan diri sebagai gangguan dan penyakit mental yang secara bersama-sama disebut “pembunuh emosi”. Emosi negatif rasa takut, cemas, tidak aman, cemburu dan sebagainya ini tidak hanya menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri, tapi juga orang lain di sekeliling.

Pada tahun yang baru ini yaitu tahun 2010 penulis menghimbau pada kita semua. Lupakan dan kubur semua kecacatan kita di masa lalu, jangan disesali atau ditangisi. Karena hidup adalah masa kini dan mendatang. Jangan sesali masa lalu dan janga ntakuti masa depan. Biarkan Dia Sang Penulis membuat cerita indah pada hidup kita, asalkan yakin dan percaya Dia akan menulis cerita yang indah pada akhirnya. Selamat tahun baru 2010, atau Fellice Nuovo Anno, semoga tahun ini menjadi milik kita.(GIE)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.